Pastikan Semua Siap, Kapolres Flotim AKBP Gede Putra Yase Kembali Cek Lokasi Prosesi Damai Lewonara–Bele

Pastikan Semua Siap, Kapolres Flotim AKBP Gede Putra Yase Kembali Cek Lokasi Prosesi Damai Lewonara–Bele

tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., kembali memastikan kesiapan lokasi yang akan digunakan dalam rangkaian upacara adat dan penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen Damai antara masyarakat Lewonara dan Bele, Kecamatan Adonara Timur.

Pengecekan dilakukan Kapolres Flores Timur pada Minggu (9/8/2026) sore di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Flores Timur Kompol I Ketut Mastina, S.Sos., M.Sos., dan Kabag Ops AKP Eduardus Nuru, S.H. Peninjauan dilakukan untuk memastikan tempat dan berbagai persiapan pendukung kegiatan berada dalam kondisi siap.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Tim 9 atau Tim Percepatan Perdamaian serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Flores Timur Laurensius Yitno Wada, S.E., M.Si., dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari koordinasi bersama dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh suasana persaudaraan.

Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan bahwa pengecekan kembali dilakukan sebagai bentuk keseriusan Polres Flores Timur dalam mendukung setiap tahapan menuju perdamaian.

“Kapolres ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar siap, sehingga kegiatan upacara adat dan penandatanganan komitmen damai dapat berlangsung dengan baik. Yang paling penting adalah menjaga suasana tetap sejuk dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama meneguhkan perdamaian,” ujar Kasi Humas.

Rangkaian upacara adat dan penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen Damai antara Lewonara dan Bele direncanakan berlangsung pada Senin (10/8/2026) di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang. Momen tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persaudaraan, serta kehidupan masyarakat Adonara Timur yang damai.