Hoaks “Gunung Lewotobi Melejit 10 KM”, Polres Flores Timur Imbau Warga Bijak Bermedia Sosial
tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Beredarnya informasi terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki melalui media sosial mendapat perhatian dari Polres Flores Timur, masyarakat diingatkan untuk tetap tenang dalam menyikapinya, dan menjadikan data resmi pemerintah sebagai rujukan utama dalam memperoleh perkembangan situasi gunung api. Minggu 23/8/2026.
Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya unggahan di platform TikTok dari akun Sumidi yang memuat narasi, “VIRAL!! LEWOTOBI MELEJIT 10 KM INDONESIA TIMUR KEMBALI BERK4BUNG”, disertai informasi mengenai bencana yang disebut menimpa masyarakat NTT.
“Informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terlebih menyangkut aktivitas gunung api dan kebencanaan. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi sebelum membagikan kepada orang lain,” ujar Kasi Humas.
Berdasarkan informasi resmi MAGMA Indonesia/Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada 23 Agustus 2026 pukul 14.38 WITA telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.984 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi sekitar 2 menit 28 detik.
Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi serta diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun petugas.
Polres Flores Timur juga mengingatkan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk mewaspadai banjir lahar hujan apabila terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama pada wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote. Warga yang terdampak hujan abu juga diimbau menggunakan masker.
“Informasi kebencanaan harus disampaikan secara bertanggung jawab. Jangan membuat atau menyebarkan narasi yang berlebihan karena dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh informasi perkembangan Gunung Lewotobi Laki-laki melalui kanal resmi pemerintah, seperti MAGMA Indonesia, Kementerian ESDM, Badan Geologi dan PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki” tegasnya.
Polres Flores Timur mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dengan cek sumber, cek informasi dan tidak mudah membagikan konten yang belum terverifikasi. Keselamatan dan ketenangan masyarakat menjadi prioritas bersama.