Dokkes Polres Flotim Turut Dukung Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Nagekeo

Dokkes Polres Flotim Turut Dukung Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Nagekeo

tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana terus diwujudkan melalui kehadiran personel BKO Sie Dokkes Polres Flores Timur di Kabupaten Nagekeo. Pada Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WITA, personel BKO yang dipimpin AIPTU Oskar Alexander Lobo, AMK, bersama BRIPDA Inosensius Djawa dan BRIPDA Johanes Neuman Raga mengikuti apel pagi di Posko Bencana yang berlokasi di halaman Polsek Aesesa, Polres Nagekeo.

Apel dipimpin Wakapolres Nagekeo dan dilanjutkan dengan pengarahan kepada personel untuk menempati Posko HEOC (Health Emergency Operation Center) bersama Sidokkes Polres Nagekeo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo. Kehadiran personel Dokkes Flotim menjadi bagian dari dukungan lintas wilayah dalam memperkuat pelayanan kesehatan serta kesiapsiagaan menghadapi kebutuhan masyarakat selama masa penanganan bencana.

Dalam pelaksanaan tugas, personel turut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana. Salah satu bentuk pelayanan dilakukan dengan membantu evakuasi pasien yang mengalami sesak napas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Puskesmas Kota Aesesa.

Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., mengatakan bahwa keterlibatan personel Dokkes Polres Flores Timur merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya dalam situasi bencana.

“Personel BKO Sie Dokkes Polres Flores Timur hadir untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan Polri, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan dapat segera memperoleh pelayanan,” ujar Kasi Humas AKP Eliezer.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, tenaga kesehatan dan unsur terkait menjadi penting dalam memastikan penanganan masyarakat terdampak bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi dan humanis.