Wakapolda NTT Serahkan 85 Paket Bansos, Perkuat Semangat Persaudaraan Lowonara–Bele

Wakapolda NTT Serahkan 85 Paket Bansos, Perkuat Semangat Persaudaraan Lowonara–Bele

tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak perselisihan antara Desa Lowonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, turut menjadi perhatian Polda NTT. Usai pelaksanaan upacara adat dan penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen Damai di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang, Senin (10/8/2026) sore, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., menyerahkan bantuan sosial sebanyak 85 paket kepada masyarakat dari kedua desa.

Bantuan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada masyarakat yang terdampak perselisihan. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menata kembali kehidupan bersama setelah kedua pihak meneguhkan komitmen untuk menjaga perdamaian.

Wakapolda NTT menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat Lowonara dan Bele. Penyerahan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, dengan masyarakat dari kedua pihak menerima bantuan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian yang diberikan tanpa membedakan latar belakang. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat persaudaraan yang telah kembali diteguhkan.

Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan bahwa penyerahan bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari perhatian Polda NTT terhadap masyarakat yang terdampak perselisihan. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Kapolda NTT kepada masyarakat dari kedua desa. Penyerahan bansos ini juga menjadi bagian dari semangat bersama untuk membangun kembali kebersamaan serta memberikan dukungan kepada masyarakat setelah komitmen damai diteguhkan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, perdamaian tidak berhenti pada prosesi adat maupun penandatanganan komitmen, tetapi harus dilanjutkan melalui kepedulian dan langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Polri bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat akan terus mendorong agar suasana damai yang telah tercipta dapat dijaga dan dirawat bersama.

Penyerahan 85 paket bantuan sosial tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa perdamaian harus menghadirkan rasa aman, kepedulian dan harapan baru bagi masyarakat. Setelah memilih untuk berdamai, masyarakat Desa Lowonara dan Desa Bele diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas dengan tenang, saling menghormati serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih aman, tenteram dan penuh persaudaraan.