Pantau Aktivitas Lewotobi Laki, Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase Kunjungi Pos Pengamatan dan EWS
tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Upaya menjaga kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Gunung Lewotobi Laki terus dilakukan Polres Flores Timur melalui pemantauan langsung dan penguatan koordinasi dengan petugas pengamatan gunung api.
Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan monitoring dilakukan untuk memperoleh informasi terkini sekaligus memastikan koordinasi antara petugas pengamatan, kepolisian dan pemerintah desa berjalan baik. “Pemantauan langsung penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kami mengimbau masyarakat selalu mengikuti informasi dan arahan dari petugas,” ujar Kasi Humas.
Kegiatan berlangsung Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di Kantor Pos Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Kapolres didampingi Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, S.Sos., M.Sos., dan Kasi Propam IPTU Stefanus It Arif, S.H., bertemu Kepala Pos Pengamat Herman Yosep bersama tim serta Kapolsek Wulanggitang IPTU Fransiskus Maryanto.
Dalam pertemuan tersebut, petugas menyampaikan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki masih berada pada Level III atau Siaga dan aktivitas erupsi masih berlangsung sejak 2 Juni 2026. Petugas juga menjelaskan bahwa gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Nagekeo sejauh ini belum berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki yang masih terpantau normal.
Kapolres mengapresiasi petugas yang konsisten melakukan pemantauan dan meminta setiap perubahan aktivitas segera diinformasikan kepada masyarakat serta pihak terkait. Usai dari Pos Pengamatan, Kapolres bersama rombongan bersilaturahmi dengan Kepala Desa Pululera Paulus Sony Sang Tukan sekaligus mengimbau masyarakat mematuhi radius rekomendasi dan menjaga situasi tetap kondusif.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Tower Early Warning System (EWS) dan Polsek Wulanggitang. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengecekan kesiapsiagaan sarana dan personel dalam mendukung penanganan apabila terjadi perkembangan situasi kebencanaan di wilayah Gunung Lewotobi Laki.