Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina Pimpin Terapi USEFT, Kembalikan Semangat Belajar Anak-Anak SDI Riangrindu
tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Upaya pemulihan suasana psikologis anak-anak pascaperistiwa perselisihan antarwarga terus dilakukan Polres Flores Timur. Kamis (13/8/2026), Personel Polwan Polres Flores Timur melaksanakan terapi USEFT dan trauma healing bagi siswa-siswi Kelas 1 hingga Kelas 6 SDI Riangrindu, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.40 WITA tersebut dipimpin langsung Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, S.Sos., M.Sos., bersama Kabag Ops AKP Eduardus Nuru, S.H., Kasat Binmas AKP Atam Ikhsanmudin, dan Kapolsek Adonara Timur IPDA Andreas Peu Lamuri. Kehadiran jajaran Polres Flores Timur bersama tim terapi USEFT dan trauma healing Polwan menjadi bentuk perhatian terhadap anak-anak yang turut merasakan dampak situasi yang terjadi antara Dusun Belle, Desa Waiburak, dan Desa Narasaosina.
Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu mengurangi beban psikologis anak, tetapi juga menumbuhkan kembali rasa aman, percaya diri dan semangat mereka untuk belajar. “Anak-anak adalah generasi yang harus kita jaga. Melalui pendekatan yang humanis, kami ingin mereka kembali merasa nyaman, berani beraktivitas dan dapat menikmati masa sekolah dengan penuh keceriaan,” ujar Kasi Humas AKP Eliezer.
Menurutnya, terapi diberikan kepada seluruh siswa, termasuk anak-anak yang berasal dari Dusun Belle maupun Desa Narasaosina. Polres Flores Timur berupaya memastikan bahwa situasi yang pernah terjadi tidak terus membebani psikologis anak maupun menghambat proses pendidikan mereka.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Setelah mengikuti terapi USEFT dan trauma healing, para siswa mendapatkan snack serta pelukan hangat dari personel Polwan sebagai bentuk dukungan dan kasih sayang. Momen sederhana tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak pihak yang peduli terhadap masa depan mereka.
Kepala SDI Riangrindu Wilhemus Bahi turut menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran Polwan di sekolah menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali berinteraksi dalam suasana positif, membangun keberanian, serta perlahan mengembalikan senyum dan semangat belajar mereka.

