Haru dan Bangga Warnai Kenaikan Pangkat 38 Bintara Polres Flores Timur

Haru dan Bangga Warnai Kenaikan Pangkat 38 Bintara Polres Flores Timur

tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Bertambahnya pangkat di pundak seorang anggota Polri bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi cerminan kepercayaan yang harus dijaga. Momentum itulah yang mewarnai Upacara Kenaikan Pangkat Bintara Periode 1 Juli 2026 di Lapangan Apel Polres Flores Timur, Rabu (1/7/2026), saat puluhan personel menerima penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., selaku Inspektur Upacara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Waka Polres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, S.Sos., para Pejabat Utama, personel Polres Flores Timur, serta Ketua Bhayangkari Cabang Flores Timur Ny. Dian Adhitya bersama pengurus Bhayangkari.

Sebanyak 38 personel Bintara memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, terdiri dari 20 personel naik dari Aipda ke Aiptu, 14 personel dari Bripka ke Aipda, 1 personel dari Briptu ke Brigpol, dan 3 personel dari Bripda ke Briptu. Kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, integritas, dan kinerja yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menjelaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak yang diperoleh secara otomatis, melainkan hasil dari proses penilaian yang objektif dan menyeluruh.

"Kenaikan pangkat adalah penghargaan atas dedikasi dan pengabdian anggota. Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya Polri yang Presisi," ujar Kasi Humas.

Ia menambahkan, keberhasilan yang diraih para personel juga tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga, khususnya Bhayangkari yang senantiasa menjadi penyemangat dalam setiap perjalanan pengabdian anggota Polri.

Upacara tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kenaikan pangkat bukanlah garis akhir sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan serta profesionalisme.